Life in Korea

"I-geo jom," "Geo-si-gi," "Jeo-gi it-jan-a" — 3 Kata yang Tiap Hari Kamu Dengar di Tempat Kerja Korea tapi Nggak Ada di Kamus Mana Pun

Buku pelajaran nggak mengajarkannya, tapi di tempat kerja Korea kata-kata ini terdengar dua puluh kali sehari. Kenapa kata-kata ini nggak ada di kamus, dan gimana cara menangkapnya — kita bahas apa adanya, ya.

Nilai ujian bahasa Korea kamu sebenarnya lumayan, tapi hari pertama masuk tempat kerja, ucapan mandor satu kata pun nggak kedengaran jelas — cerita kayak gini sering banget kita dengar. Jadi hari ini kita bahas kenapa itu bisa terjadi, dan kata-kata mana yang jadi "biang keroknya".

Pengantar

"Eh, 이거 좀 (i-geo jom) taruh di sana, deh." I-geo jom gatda nwa-bwa. ("Bawa ini dan taruh di suatu tempat.")

"Eh… ini… di mana, ya?" "Ah, yang 거시기 (geo-si-gi) itu, 저기 있잖아 (jeo-gi it-jan-a), di situ tuh!" Ah, geu geo-si-gi, jeo-gi it-jan-a, jeo-jjok!

…Iya, percakapan benar-benar mengalir kayak gini, lho.

Di buku bahasa Korea jelas-jelas kamu belajar "Tolong letakkan barang di ___", tapi begitu sampai di tempat kerja, objeknya, tempatnya, kata kerjanya — semuanya hilang, yang tersisa cuma "이거 좀", "거시기", "저기" doang. Banyak banget orang yang baru sampai di Korea jadi nyalahin diri sendiri, "Bahasa Korea aku jelek banget, ya?" Padahal bukan gitu, kok. Kata-kata ini memang wajar kalau nggak ada di kamus.

Hari ini kita bahas apa adanya tiga frasa yang bakal kamu dengar puluhan kali sehari di tempat kerja, rumah makan, sampai toko kelontong dekat rumah di Korea — "이거 좀", "거시기", "저기 있잖아". Kalau kamu tahu cara kerjanya, kata-kata ini jadi nggak menakutkan. Kalau nggak tahu, kamu bisa bingung bertahun-tahun.


1. "이거 좀 (I-geo jom)" — Nggak Punya Arti, Justru Itulah Artinya

"이거 좀" cuma frasa pendek dua kata, tapi di antara orang Korea, satu frasa kecil ini bisa berarti semua hal berikut:

  • "Bantuin angkat ini."
  • "Coba lihat ini."
  • "Tolong beresin ini."
  • "Taruh ini di suatu tempat."
  • "Lakuin sesuatu sama ini."

Nggak ada kata kerjanya, kan? Tapi anehnya, orang Korea ngerti satu sama lain dengan sempurna. Caranya? Mereka membaca situasinya.

Kalau mandor lagi mengangkat kardus berat sambil bilang "i-geo jom" → artinya "bantuin angkat ini". Kalau dia menjatuhkan alat lalu bilang "i-geo jom" → artinya "tolong ambilin". Berdiri di depan meja kerja yang berantakan lalu bilang "i-geo jom"? → artinya "tolong beresin ini".

Ini bagian yang paling bikin pendatang baru bingung. Kata 좀 (jom) kalau diartikan secara harfiah berarti "sedikit", tapi di sini fungsinya hampir cuma jadi sinyal halus untuk "tolong". Semacam bantalan ala Korea biar permintaannya nggak kedengaran kayak perintah.

Gimana cara nangkapnya?

Jawaban jujurnya, sedihnya, bukan soal kemampuan bahasa Korea, tapi soal 눈치 (nun-chi) — kepekaan membaca situasi dan suasana. Kamu harus perhatiin tangan si pembicara ada di mana, matanya mengarah ke mana, ekspresinya gimana. Orang Korea sendiri juga sering cuma dengar "i-geo jom" lalu balik nanya, "ini apa?" Jadi pas kamu nggak ngerti, nggak usah malu — langsung aja tanya "뭐를요? (mwo-reul-yo / 'yang mana, ya?')." Itu jalan tercepat dan paling akurat.

Berdiri diam dengan canggung lalu bawa barang yang salah ke seberang — nah, di situ baru suasananya beneran jadi nggak enak. Rekan kerja asing yang paling disayang di tempat kerja Korea bukanlah orang yang bahasa Koreanya sempurna, tapi orang yang langsung nanya begitu nggak ngerti. Beneran, lho.


2. "거시기 (Geo-si-gi)" — Kata yang Dipakai Orang Korea Saat Mereka Sendiri Lupa Katanya

Yang satu ini agak unik. Bahkan orang asing yang udah lama tinggal di Korea pun paling sering nanya, "ini sebenarnya apa, sih?"

"거시기" awalnya berasal dari dialek daerah Jeolla, tapi sekarang bisa kamu dengar di seluruh penjuru negeri. Dan artinya adalah… nggak ada. Lebih tepatnya: "aku lagi nggak ingat katanya, tapi semoga kamu bisa nangkep maksudku."

"Eh, ambilin yang geo-si-gi itu, dong." "Yang geo-si-gi itu, lho, yang geo-si-gi." "Yang geo-si-gi kemarin udah kelar belum?"

Sesama orang Korea bisa nyambung pakai ini. Kenapa? Karena mereka berbagi konteks. Kemarin kerja bareng, jadi "yang geo-si-gi itu" kira-kira ketebak. Di tempat kerja ada alat yang selalu dipakai, jadi "yang geo-si-gi itu" bisa ditebak.

Buat orang asing, ini kata yang paling "kejam"

Masalahnya, buat rekan kerja asing yang baru masuk, kata ini hampir kayak kode rahasia. Soalnya kamu kan nggak ikut membangun konteksnya dari awal. Tapi rekan Korea, begitu dia ngomong "거시기", di kepalanya udah ada gambaran yang jelas banget, jadi dia mengira kamu pasti lihat gambaran yang sama. Ini salah satu miskomunikasi yang paling sering terjadi di tempat kerja Korea.

Kalau kejadian kayak gini, langsung aja tanya terus terang, "거시기가 뭐예요? (Geo-si-gi-ga mwo-ye-yo / 'geo-si-gi-nya yang mana?')." Biasanya di situ baru orang Korea sadar lalu bilang, "Oh, yang gagangnya merah, itu lho," terus mulai jelasin dengan benar. Awalnya mungkin kelihatan agak bikin gemas, tapi tarik-ulur kayak gini justru ritme alami tempat kerja Korea. Sesama orang Korea aja saling nanya "geo-si-gi yang mana?" beberapa kali sehari, kok.

Catatan: "거시기" juga dipakai buat nunjuk orang, lho. Kayak, "Yang geo-si-gi kemarin itu, maksudku Pak Kim." Kalau dipakai buat orang, kamu cukup tahu aja bahwa ini gaya bicara yang lebih sering dipakai orang yang lebih tua.


3. "저기 있잖아 (Jeo-gi it-jan-a)" — Ketukan Pintu ala Korea Sebelum Masuk ke Inti

"저기 있잖아" kalau diterjemahkan kata per kata jadi "di sana, kamu tahu kan", tapi sebenarnya nggak ada 'di sana' apa pun, dan nggak ada apa pun yang 'ada' di situ.

Ini adalah sinyal yang dipakai orang Korea tepat sebelum mereka mau ngomong sesuatu. Kalau di bahasa Inggris, mirip "Hey, listen…" atau "By the way…". Tapi dipakainya jauh lebih sering, dan dalam situasi yang jauh lebih beragam.

  • Saat minta tolong: "저기 있잖아, besok bisa datang agak pagian, nggak?"
  • Saat mau ngomong yang canggung: "저기 있잖아… uang yang itu, minggu depan boleh nggak?"
  • Saat cuma mau mulai ngobrol: "저기 있잖아, udah makan siang belum?"
  • Saat ganti topik: "저기 있잖아, akhir pekan ini kita…"

Intinya, frasa ini jadi sinyal bahwa apa yang bakal diucapkan kemungkinan besar adalah permintaan tolong, sesuatu yang agak canggung, atau topik yang muncul tiba-tiba. Orang Korea agak sungkan langsung masuk ke inti pembicaraan, jadi "frasa bantalan" kayak gini dipakai terus-menerus.


4. Kenapa Kata-Kata Ini Nggak Ada di Kamus?

Lihat ketiga kata ini bareng, kamu bakal nemu kesamaannya. Sendirian nggak punya arti, artinya baru muncul di dalam situasi dan hubungan. Kalau kamus itu buku yang menjelaskan arti tiap kata satu per satu, kata-kata ini ada di luar wilayah yang bisa dijangkau kamus.

Masyarakat Korea adalah budaya yang menganggap bahwa orang-orang yang kerja bareng berbagi konteks dalam jumlah sangat banyak. "Nggak perlu diomongin lengkap pun, kamu ngerti kan?" itu nilai bawaannya, jadi kalimat makin pendek, kata-kata makin rontok, dan "ruang kosong" kayak "거시기" pun muncul dari situ.

Jangan terima ini seolah-olah karena bahasa Korea kamu kurang. Orang asing yang udah tinggal di sini 5 atau 10 tahun pun masih tetap nanya, tiap kali, "i-geo jom" itu sebenarnya apa. Itu wajar, kok.


5. Jadi, Harus Gimana?

Cukup ingat tiga hal ini aja, bulan pertama di tempat kerja bakal terasa jauh lebih ringan.

Pertama, kalau nggak ngerti, langsung tanya balik. "뭐를요? (mwo-reul-yo)", "어디에요? (eo-di-e-yo / 'di mana?')", "거시기가 뭐예요? (geo-si-gi-ga mwo-ye-yo)" — tiga kalimat ini sama sekali nggak kasar di tempat kerja Korea. Sebaliknya, asal nebak lalu salah kerja itu justru masalah yang jauh lebih besar. Sesama orang Korea aja nanya balik beberapa kali sehari, kok.

Kedua, perhatiin tangan dan matanya sekaligus. Setengah dari bahasa Korea di tempat kerja itu disampaikan bukan lewat kata-kata, tapi lewat gerak tubuh. Mandor lagi lihat ke mana, tangan mana yang megang apa — sering kali itu informasi yang lebih penting daripada kata-katanya.

Ketiga, coba pakai "저기 있잖아요" sendiri. Cukup tambahin frasa ini di depan saat mau minta tolong atau ngomong yang canggung, kesan yang diterima orang Korea soal kamu langsung berubah total. Ini bukan soal kemampuan bahasa Korea, tapi soal membiasakan diri sama ritme ala Korea.

Kosakata dasar memang ditumpuk lewat buku, tapi "kata-kata kosong" kayak gini cuma bisa dipelajari dengan kebentur langsung di lapangan lalu nanya, satu situasi demi satu situasi. Beberapa bulan pertama bikin sumpek buat siapa pun, tapi suatu saat kamu bakal sadar tanganmu udah gerak duluan bahkan sebelum "i-geo jom" selesai diucapkan. Nah, itu momen kamu benar-benar udah beradaptasi sama tempat kerja Korea.


Penutup

Setinggi apa pun nilai ujian bahasa Koreamu, hari pertama di tempat kerja semua orang pasti sempat "nge-blank" sekali. Itu bukan masalah kemampuan, tapi karena bahasa Korea memang aslinya dibentuk kayak gitu. Jangan terlalu keras sama diri sendiri, kalau nggak ngerti ya tinggal tanya aja. Kebanyakan orang Korea nggak merasa terganggu kok kalau rekan kerja asing bertanya dengan serius. Malah biasanya mereka senang.

Momen-momen berdiri sedikit bengong di antara kata-kata asing itu, nanti justru bakal jadi salah satu pemandangan paling berkesan yang kamu ingat dari hidup di Korea.


Bagikan tulisan ini ke kenalan yang sedang bersiap berangkat ke Korea, ya.

SEDA · Aplikasi belajar EPS-TOPIK

Mulai dengan soal pertama hari ini.

Dengan SEDA, kamu bisa mengerjakan soal yang dibuat dari kosakata dan tata bahasa dalam artikel ini.

App StoreGoogle Play