Pembuka
Suatu hari saat makan siang, seorang rekan kerja Korea dari lini yang sama memberimu sesuatu yang tampak seperti amplop putih.
"저 다음 달에 결혼해요. 시간 되면 오세요." Jeo daeum-dare gyeolhonhaeyo. Sigan doemyeon oseyo. ("저 다음 달에 결혼해요, 시간 되면 오세요" — "Bulan depan saya menikah. Kalau ada waktu, datang ya.")
Itu 청첩장 (cheongcheopjang — undangan pernikahan Korea). Begitu kamu menerimanya, kepalamu langsung penuh.
Orang ini, sebenarnya tidak akrab-akrab amat. Harus datang? Kalau tidak datang, aneh tidak ya? Kalau datang, harus memberi uang berapa? Katanya uangnya dimasukkan ke amplop, tapi amplopnya diisi bagaimana? Lalu, harus pakai baju apa?
Kalau kamu cukup lama bekerja di Korea, suatu hari pasti ada undangan nikah yang sampai ke tanganmu. Dan yang namanya '축의금 (chukuigeum — uang hadiah nikah)' ini adalah salah satu hal dalam budaya Korea yang paling membingungkan orang asing. Salah memberi jumlah uang jadi canggung, tidak tahu tata caranya bisa berkeringat dingin di meja penerima tamu. Hari ini aku akan urai semuanya, dari "harus datang atau tidak" sampai cara mengisi amplop — segala hal tentang menjadi tamu pernikahan.
1. Pertama, apa itu chukuigeum?
Di Korea ada yang namanya budaya 부조 (bujo). Ketika seseorang mengalami peristiwa besar — pernikahan, pemakaman — orang-orang di sekitarnya masing-masing menyumbang sedikit uang untuk berbagi beban itu bersama. Ini adat yang sudah lama ada.
Di dalamnya, uang ucapan selamat yang diberikan di pernikahan disebut '축의금 (chukuigeum)', sedangkan uang belasungkawa yang diberikan di pemakaman disebut '부의금 (buuigeum)'. Tulisan ini membahas pernikahan, yaitu chukuigeum. Pemakaman punya suasana dan aturan yang sama sekali berbeda, jadi akan kubahas terpisah.
Inti pentingnya, chukuigeum bukan sekadar hadiah, melainkan hubungan 'saling memberi dan menerima'. Kalau aku memberi 100.000 won di pernikahan seorang rekan, maka nanti saat aku menikah atau punya hajat, rekan itu juga akan membalas dengan jumlah yang serupa — itulah prinsip dasar bujo ala Korea. Semacam gotong royong saling membantu.
Karena itu orang Korea diam-diam mengingat siapa memberi berapa di pernikahan siapa. Mereka menganggap membalas sepadan itu sebagai sopan santun. Bagi orang asing, bagian ini mungkin terasa sedikit membebani, tapi jangan terlalu dipikirkan berat-berat.
2. Harus datang, atau boleh dilewati? (Berdasarkan kedekatan)
Ini kebingungan pertama yang kamu hadapi. Langsung ke kesimpulannya, kamu tidak harus menghadiri setiap pernikahan yang mengundangmu. Pilihannya berbeda tergantung seberapa dekat hubungannya.
Kriteria memutuskan datang atau tidak
| Hubungan | Apa yang sebaiknya dilakukan |
|---|---|
| Rekan dekat / hubungan akrab | Datang kalau bisa. Kalau tidak bisa, kirim uang hadiahnya secara terpisah |
| Satu tim tapi tidak akrab | Datang itu pilihan. Biasanya cukup kirim uang saja |
| Hampir tidak kenal tapi tetap memberi undangan | Tidak datang dan tidak memberi uang pun tidak masalah |
| Tidak memberi undangan langsung padamu | Tidak perlu dipikirkan |
Ada satu sinyal penting di sini. Perhatikan apakah dia memberi undangan itu 'langsung' padamu.
Di Korea, kepada orang yang benar-benar ingin diundang, orang akan menyerahkan undangan langsung ke tangan atau mengirim pesan pribadi. Sebaliknya, sekadar memposting "Saya menikah ya~" sekali di grup chat itu lebih mirip pemberitahuan ringan: yang mau datang silakan datang. Jadi kalau kamu hanya melihat pengumuman di grup chat, tidak datang pun sama sekali tidak aneh.
Bagaimana kalau tidak bisa datang?
Kalau itu rekan dekat tapi jadwalmu benar-benar tidak memungkinkan, cukup kirim uang hadiahnya secara terpisah. Kamu bisa menitipkan amplop ke rekan lain yang akan hadir, atau belakangan ini banyak juga yang mengirimnya lewat transfer bank. Saat itu, sertakan pesan ucapan selamat singkat.
"결혼 진심으로 축하드려요! 그날 일이 있어서 직접 못 가서 너무 아쉬워요. 행복하게 사세요 :)" ("결혼 진심으로 축하드려요…" — "Selamat atas pernikahanmu dari hati yang tulus! Hari itu aku ada urusan jadi tidak bisa datang langsung, sayang sekali. Semoga hidupmu bahagia :)")
Satu baris seperti itu sudah cukup. Tidak perlu merasa bersalah karena tidak bisa datang. Yang penting adalah perasaan yang tersampaikan.
3. Berapa uang yang dimasukkan ke amplop? (Kisaran tahun 2025)
Ini bagian yang paling ingin diketahui semua orang. Memberi terlalu sedikit takut terlihat tidak sopan, memberi terlalu banyak bikin kantong jebol. Untungnya, ada data survei kisaran terbaru untuk tahun 2025.
Platform pencari kerja Incruit menanyai 844 pekerja pada tahun 2025 tentang 'jumlah uang hadiah nikah yang pantas untuk rekan kerja' (dengan asumsi datang dan ikut makan). Hasilnya seperti ini.1
- 100.000 won — 61,8% (juara pertama secara telak)
- 50.000 won — 32,8%
- Di bawah 50.000 won — 3,2%
- 150.000 won — 1,4%
Padahal baru tahun 2023, di survei yang sama 50.000 won (65,1%) masih juara pertama, lalu pada 2025 naik menjadi 100.000 won.1 Seiring harga naik, kisaran uang hadiah nikah ikut naik.
Berdasarkan hubungan juga sedikit berbeda. Di survei yang sama, untuk rekan yang akrab secara pribadi, setelah 100.000 won (59,7%) jawaban yang banyak adalah 200.000 won dan 150.000 won; sedangkan untuk rekan yang hanya terhubung lewat pekerjaan, setelah 100.000 won (60,1%) yang banyak adalah 50.000 won (30,0%).1 Makin akrab, makin banyak diberi.
Jadi, berapa yang sebaiknya kamu beri? (Panduan realistis untuk pekerja asing)
Kalau angka-angka di atas dirangkum dari sudut pandang seorang pekerja, jadinya begini. Ini bukan aturan baku, sekadar suasana umum saja ya.
| Situasi | Jumlah yang umum diberi |
|---|---|
| Tidak datang, hanya kirim uang | 50.000 won |
| Datang dan ikut makan (rekan biasa) | 100.000 won |
| Rekan dekat, datang dan ikut makan | 100.000 won atau lebih |
Kalau kamu datang ke tempat acara dan ikut makan, di Korea biasanya 100.000 won dianggap sebagai patokan dasar. Ada alasannya. Biaya makan per orang di gedung pernikahan tidak main-main. Menurut survei Korea Consumer Agency tahun 2025, rata-rata nasional biaya makan per orang di pernikahan sekitar 58.000 won, dan di kawasan Gangnam Seoul sekitar 85.000 won.2 Karena itu ada perasaan yang mendasari bahwa "kalau aku datang dan makan, memberi sedikit lebih banyak dari biaya makan itu baru sopan".
Sebaliknya, kalau tidak datang, 50.000 won pun sudah cukup pantas. Karena biaya makannya tidak terpakai.
Dan kalimat yang paling penting. Jangan memaksakan diri. Inti dari chukuigeum bukan pada jumlahnya, melainkan pada niat memberi selamat. Beri sesuai kemampuanmu. Tidak ada yang menjelek-jelekkan orang yang memberi 50.000 won.
💡 Satu tips soal jumlah: Di Korea ada adat lama yang menyukai angka ganjil, jadi orang biasanya memberi dalam satuan 50.000 / 70.000 / 100.000 won. 100.000 itu genap, tapi dianggap angka yang "bulat dan utuh" sehingga jadi pengecualian. Jumlah yang terasa janggal seperti 60.000 won atau 80.000 won jarang diberikan, jadi lebih aman dihindari.
4. Amplop — ditulis begini, diberikan begini
Setelah jumlahnya ditetapkan, sekarang giliran amplop. Pernikahan Korea memasukkan uang tunai ke dalam amplop putih lalu diberikan. Amplop biasanya sudah tersedia di pintu masuk gedung pernikahan, dan juga dijual di minimarket serta toko alat tulis.
Cara menulis di amplop
Bagian tengah depan amplop biasanya sudah tercetak ucapan selamat dalam aksara Hanja atau Hangeul. Kalau amplopnya kosong tanpa cetakan, kamu boleh menulis sendiri.
- 축 결혼 (祝 結婚) — paling aman dan standar
- 축 화혼 (祝 華婚) — ungkapan yang ditujukan untuk pihak mempelai wanita
- Menulis langsung dalam Hangeul "결혼을 축하합니다" ("Selamat menikah") pun sama sekali tidak masalah
Di sudut kiri bawah bagian belakang amplop, jangan lupa tulis namamu. Ini bagian yang paling penting! Sebab nanti mempelai pria dan wanita akan menyusun daftar "siapa memberi berapa". Kalau tidak menulis nama, mereka tidak bisa tahu itu dari siapa. Di perusahaan yang sama bisa ada orang dengan nama yang sama, jadi menambahkan divisi atau 'tim ○○' di samping namamu akan lebih perhatian.
Cara memberikannya di tempat acara — carilah '접수대' (meja penerima tamu)
Saat tiba di gedung pernikahan, di dekat pintu masuk ada 접수대 (jeopsudae — meja penerima tamu). Itu meja kecil dengan satu dua orang duduk, di atasnya ada buku tamu (방명록, bangmyeongnok — buku untuk menulis nama tamu) dan kotak tempat uang. Biasanya ada meja penerima tamu terpisah untuk pihak mempelai pria dan pihak mempelai wanita.
Sesuaikan dengan apakah orang yang kamu kenal itu mempelai pria atau mempelai wanita, lalu pergi ke meja penerima tamu pihak tersebut.
Urutannya sederhana.
- Pergi ke meja penerima tamu pihak yang sesuai (pria/wanita)
- Serahkan amplop (petugas penerima akan menerimanya)
- Tulis nama di buku tamu
- Terima kupon makan (tiket untuk makan) — ada tempat yang memberi, ada yang tidak
- Membungkuk ringan lalu masuk ke dalam gedung
Tidak ada yang perlu ditegangkan sama sekali. Petugas meja penerima tamu menyambut ratusan orang dalam sehari, jadi begitu kamu menyodorkan amplop, mereka akan mengurus semuanya dengan cekatan.
5. Pakai baju apa? (Pakaian tamu)
Soal pakaian juga diam-diam membingungkan. Aturan intinya hanya satu. Jangan lebih mencolok dari mempelai wanita.
- Setelan sederhana / kemeja, blus yang rapi + celana atau rok yang sopan sudah cukup. Sama sekali tidak perlu baju mahal.
- Pria: kemeja dengan celana bahan, atau ditambah jaket, sudah terlihat rapi. Cukup hindari yang terlalu santai seperti jeans dan kaus.
- Wanita: hindari gaun atau dress berwarna putih bersih. Putih adalah warna mempelai wanita. Memakai busana yang menyaingi mempelai wanita dianggap sangat tidak sopan di Korea. Baju yang terlalu mencolok atau terlalu terbuka juga sebaiknya dihindari.
- Warna: hitam, navy, beige, atau pastel yang kalem itu pilihan aman.
Tidak perlu seragam kerja, baju sehari-hari yang rapi saja sudah cukup. Tidak punya setelan jas bukan berarti tidak bisa datang. Cukup berpakaian rapi saja.
6. Makan di mana? — Budaya kupon makan (sikgwon) dan buffet
Ciri khas lain dari pernikahan Korea adalah 'makan'. Ini bagian yang paling membuat orang asing penasaran. Pernikahan Korea biasanya bagian upacaranya (acara inti pernikahan) singkat, 30 menit sampai 1 jam, lalu dilanjutkan dengan makan.
Kalau menerima kupon makan
Kalau tadi di meja penerima tamu kamu menerima kupon makan (식권, sikgwon), bawalah itu ke 연회장 (yeonhoejang — aula resepsi/buffet). Serahkan kupon makan di pintu masuk lalu masuk. Banyak juga tempat yang tidak memberi kupon, kalau begitu langsung masuk saja.
Ciri khas buffet pernikahan Korea
- Sebagian besar bergaya buffet (뷔페, ppwipe). Kamu mengambil sendiri makanan yang diinginkan ke piring lalu menyantapnya.
- Boleh makan lalu pulang lebih dulu. Tidak ada kewajiban tinggal sampai selesai. Setelah makan, sampaikan sekali lagi ucapan selamat kepada mempelai, lalu pamit pelan-pelan, beres.
Saat pertama kali datang ke pernikahan Korea, kamu mungkin terkejut "Lho, semua orang meninggalkan upacara untuk pergi makan?". Benar, memang begitu adanya. Tidak perlu sungkan, ikuti saja alurnya dengan santai.
7. 5 hal yang paling sering membuat orang asing bingung
Terakhir, aku kumpulkan momen-momen yang benar-benar sering membuat rekan kerja asing bingung di pernikahan Korea.
-
"Upacaranya singkat sekali!" — Benar. Upacara intinya selesai dalam 30 menit sampai 1 jam. Berbeda dengan pernikahan dan resepsi yang panjang di luar negeri, pernikahan Korea singkat dan efisien. Itu karena di jam yang sama ada upacara pasangan lain yang terjadwal beruntun.
-
"Antrean foto dengan mempelai panjang sekali." — Setelah upacara ada sesi foto bersama. Kalau akrab, ikut foto; kalau tidak, lewati saja dan langsung pergi makan pun boleh. Tidak wajib kok.
-
"Aku lupa menulis nama di amplop…" — Kesalahan yang paling sering. Amplop tanpa nama membuat mempelai tidak tahu "dari siapa". Menulis nama di balik amplop, jangan sampai lupa.
-
"Boleh dikirim lewat transfer bank?" — Boleh kalau memang tidak bisa datang. Tapi kalau memang akan datang langsung, memberi lewat amplop itu yang standar. Anggap saja transfer bank sebagai cara 'orang yang tidak bisa datang' supaya gampang.
-
"Tidak akrab tapi merasa terbebani." — Poin yang paling penting. Kalau tidak akrab, tidak datang pun boleh, dan kalaupun datang, 50.000–100.000 won sudah cukup. Menerima undangan tidak mewajibkanmu untuk datang. Putuskan dengan santai berdasarkan kemampuanmu dan seberapa dekat hubungannya.
8. Jadi, sebaiknya bagaimana?
Sampai di sini mungkin kamu berpikir "banyak juga yang harus dihafal…". Tapi sebenarnya intinya hanya tiga hal.
-
Akrab? Datang. Tidak akrab? Tidak datang pun boleh. Kalau kamu diberi undangan langsung dan itu orang yang ingin kamu hadiri, datanglah. Kalau hanya melihat pengumuman di grup chat atau tidak terlalu kenal, tidak datang pun tidak ada yang peduli.
-
Datang dan makan: 100.000 won, tidak datang: 50.000 won. Cukup ingat satu perasaan ini, 99% masalah sudah beres. Makin akrab tambah sedikit, kalau kantong tipis 50.000 won pun tidak apa-apa.
-
Tulis nama di balik amplop, serahkan di meja penerima tamu, makan, ucapkan selamat, lalu pamit. Ingat urutan ini, kamu tidak akan kebingungan di gedung pernikahan.
Kalau ucapan selamat di amplop hadiah nikah atau sapaan yang berseliweran di gedung acara masih terasa asing, membiasakan diri belajar sedikit bahasa Korea meski singkat akan membuat hari itu jauh lebih nyaman. Cukup dengan menyelesaikan satu sesi belajar bahasa Korea singkat di perjalanan berangkat-pulang kerja, rentang kata yang bisa kamu tangkap di acara hajatan pun jadi berbeda.
Penutup
Pertama kali menerima undangan nikah di Korea, padahal ini momen yang harusnya membahagiakan, anehnya yang muncul lebih dulu malah rasa gugup. Berapa jumlah yang sopan, bagaimana menulis amplop, harus pakai baju apa… di hadapan aturan-aturan yang belum kamu ketahui, kamu mudah merasa kecil.
Tapi tolong ingat satu hal. Diundang ke pernikahan berarti rekan itu menganggapmu orang yang ingin dia ajak berada di sisinya pada salah satu hari paling membahagiakan dalam hidupnya. Membalas perasaan itu dengan sedikit ucapan selamat — itulah seluruh makna chukuigeum. Jumlah uang maupun tata caranya adalah urusan berikutnya.
Awalnya terasa canggung pun tidak apa-apa. Setelah sekali datang, dari pernikahan berikutnya kamu akan merasa jauh lebih nyaman. Begitulah caranya kamu melangkah satu langkah lagi ke dalam kehidupan di Korea.
Bagikan tulisan ini kepada kenalanmu yang sedang bersiap berangkat ke Korea.
Footnotes
-
Incruit, "Survei jumlah uang hadiah nikah yang pantas untuk rekan kerja" (844 pekerja), Mei 2025. (Diberitakan ZDNet Korea) ↩ ↩2 ↩3
-
Korea Consumer Agency (Badan Perlindungan Konsumen Korea), "Survei biaya makan per orang di pernikahan", April 2025. (Dikutip dari blog Imin) ↩



