Life in Korea

Kenapa Jangma di Korea Berlangsung Begitu Lama? Untuk Kamu yang Akan Menghadapi Jangma Pertama ☔

Dari akhir Juni sampai Juli, kenapa hujan di Korea terus berlangsung hampir setiap hari? Dari alasan sebenarnya jangma muncul, sampai cucian yang tak kunjung kering, jamur, dan keselamatan saat hujan deras — inilah cara bertahan di musim hujan pertamamu.

Begitu masuk akhir Juni, musim jangma di Korea mulai terasa. Kemarin hujan, hari ini hujan, lihat prakiraan cuaca besok hujan lagi. Tapi hujan ini, sebenarnya kenapa sih berlangsung begitu lama? Kalau kamu tahu alasannya, menahannya jadi sedikit lebih mudah. Untuk kamu yang akan menghadapi jangma pertama, kami sudah menelusuri semuanya — dari "kenapa" sampai "gimana cara bertahannya".

Pembuka

Di luar jendela asrama, hujan turun. Kemarin turun, hari ini turun, dan menurut prakiraan besok pun turun.

Cucian sudah tiga hari tergantung di rak tapi masih lembap, dan entah kenapa mulai tercium bau asam. Kalau kamu tanya rekan kerja orang Korea, "Kapan ya hujan ini berhenti?", semuanya menjawab dengan malas-malasan dengan kalimat yang sama:

"Jangma-janha. Ajik meoreosseo." (Jangma-janha. Ajik meoreosseo. — "Kan lagi musim jangma. Masih lama banget.")

Jangma (장마). Kalau ini musim panas pertamamu di Korea, kata ini saja pasti terasa asing. Menyebutnya sekadar "musim hujan" pun rasanya kurang pas. Ini bukan hujan beberapa hari lalu selesai, tapi sebuah musim di mana seluruh langit jadi lembap selama berminggu-minggu.

Tapi kenapa hujan ini datang? Memahami mekanismenya sedikit mengurangi perasaan buntu "kapan sih ini berakhir…". Hari ini kita mulai dari alasan jangma muncul, lalu satu per satu mengurai cara bertahan di jangma pertamamu — cucian, jamur, hujan deras, sampai masuk angin karena AC.


1. Kenapa Jangma di Korea Berlangsung Lama — Bagaimana Jangma Terbentuk

Singkatnya, ini terjadi karena dua massa udara yang sifatnya benar-benar berbeda bertemu tepat di atas Semenanjung Korea.

Saat musim panas mendekat, udara hangat dan lembap yang berada di atas laut selatan (Pasifik Utara) makin menguat dan bergerak ke utara menuju semenanjung. Tapi di atasnya, udara dingin masih bertahan. Udara panas dan udara dingin tidak bisa bercampur, jadi di garis batas tempat keduanya bertemu, mereka saling dorong-mendorong dalam kebuntuan. Garis batas itu disebut front jangma (장마전선). Karena hampir tidak bergerak dan bertahan lama di satu tempat, ia juga disebut "front stasioner". (Sumber: Badan Meteorologi Korea dan Perhimpunan Meteorologi Korea)1

Kata kuncinya di sini adalah "bertahan lama". Biasanya awan hujan lewat lalu selesai, tapi front jangma justru menetap di dekat semenanjung selama kedua massa udara masih saling tarik-menarik. Itulah kenapa hujannya berlangsung berminggu-minggu, bukan sehari dua hari. Kalau front bergeser sedikit ke utara, selatan diguyur hujan; kalau turun sedikit ke selatan, wilayah tengah basah kuyup — begitu naik-turun, membasahi seluruh negeri secara bergiliran.

Seiring waktu, ketika udara hangat dari selatan menang telak, front terdorong ke utara dan jangma pun berakhir. Lalu setelah itu apa? Panas puncak musim panas yang membakar dan menyesakkan. Jadi bisa dibilang jangma adalah "jalan penghubung dari musim semi ke musim panas yang sesungguhnya".

Sebagai catatan, buku pelajaran zaman dulu pernah menampilkan udara dingin bernama "tekanan tinggi Laut Okhotsk" seolah sebagai tokoh utama jangma, tapi baru-baru ini Perhimpunan Meteorologi Korea menyatakan penjelasan itu kurang cocok dengan pengamatan nyata, lalu menata ulang definisi jangma. Artinya, penyebabnya tidak bisa dipatok pada satu hal saja.1 Jadi cukup pahami sebagai "udara dingin bertemu udara hangat lalu bertahan lama".

Jangma, Berlangsung Berapa Lama?

Berdasarkan nilai normal Badan Meteorologi Korea, kira-kira seperti ini.2

Wilayah Mulai (normal) Berakhir (normal)
Jeju sekitar 19 Juni sekitar 20 Juli
Selatan sekitar 23 Juni sekitar 24 Juli
Tengah sekitar 25 Juni sekitar 26 Juli

Jadi dari akhir Juni sampai akhir Juli, sekitar satu bulan. Perlu diingat juga bahwa selatan (Jeju) mulai lebih dulu lalu hujannya merambat ke atas. Dan selama periode ini, kelembapan melonjak sampai 80~90%.2 Angkanya mungkin belum kebayang, tapi begitu kamu menjalaninya, kamu akan paham. Udara di dalam kamar menempel di badan persis seperti handuk basah yang suam-suam kuku.

Sekarang mari kita lihat bagaimana caranya benar-benar bertahan di bulan yang lembap ini.


2. Kenapa Cucianmu Berbau Asam

Hal pertama, dan hampir dialami semua orang, yang membuat pekerja asing kelabakan saat jangma adalah cucian.

Alasannya sederhana. Udaranya sudah penuh sesak dengan air (kelembapan 90%), jadi air di baju basahmu tidak punya tempat untuk pergi. Makanya tidak kering. Kalau baju yang belum kering tergantung terlalu lama, bakteri berkembang biak dan menghasilkan bau asam khas itu. Ini bukan salahmu — ini hukum fisika.

Cara bertahannya begini.

  • Arahkan angin langsung ke cucian. Cukup memutar kipas ke arah cucian saja, kecepatan keringnya langsung jauh lebih cepat. Jauh lebih efektif daripada membuka jendela.
  • Jangan mencuci sekaligus banyak, tapi sedikit-sedikit tapi sering. Kalau kamar sempit dipenuhi cucian, kelembapan kamar itu malah makin naik, jadi semuanya sama-sama tidak kering.
  • Kalau punya dehumidifier atau pengering, itu paling ideal. Kalau tidak punya, tutup pintu kamar tempat cucian tergantung lalu nyalakan kipas plus (kalau ada) mode dehumidify AC bersamaan.
  • Kalau sudah terlanjur bau, rebus atau rendam di air panas. Mencuci dengan air dingin tidak akan menghilangkan bau yang sudah meresap.

Satu tips kecil. Kalau setelah "kering" masih terasa lembap, berarti belum benar-benar kering. Kalau kamu lipat dan simpan begitu saja, ia jadi sumber bau dan jamur di lemari. Keringkan sampai benar-benar kering, benar-benar sampai tuntas.


3. Jamur di Dinding, di Sepatu, di Lemari

Suatu hari kamu mulai melihat bintik-bintik hitam di wallpaper sudut kamar. Kamu buka rak sepatu dan sepatu kesayanganmu sudah ditumbuhi jamur putih. Jamur di musim jangma itu benar-benar hal yang umum, jadi kalau kamu tahu dan bersiap lebih dulu, kerugiannya bisa jauh berkurang.

  • Terdengar terbalik, tapi buka ventilasi saat hujan berhenti. Ketika hujan, kelembapan di luar malah lebih tinggi, jadi tutup jendela; begitu matahari muncul sebentar atau hujan reda, saat itulah buka lebar pintu dan tukar udaranya.
  • Geser perabot sedikit menjauh dari dinding. Bagian belakang perabot yang menempel rapat ke dinding adalah tempat favorit jamur. Beri jarak 5 cm saja sudah membuat udara berputar.
  • Taruh penyerap lembap (kotak penyerap air) di rak sepatu dan lemari. Dijual murah di supermarket atau Daiso. Menjejalkan koran yang diremas ke dalam sepatu juga menyerap lembap dengan baik.
  • Jamur yang sudah tumbuh, atasi dengan pembersih jamur. Supermarket menjual yang jenis semprot. Saat menyemprotnya, wajib buka jendela dan pakai masker serta sarung tangan karet. Kalau cuma diusap tisu basah, sporanya menyebar dan malah makin meluas.

Jamur berdampak pada kesehatan, dan nanti saat kamu pindah keluar, juga bisa berdampak pada uang deposit. Jangan dibiarkan sambil berpikir "beberapa hari juga kering", justru mengatasinya begitu terlihat itu yang lebih menguntungkan.


4. Hari Saat Hujan Tumpah Mendadak — Waspadai Hujan Deras, Banjir, dan Kesetrum

Jangma menakutkan bukan cuma karena lembapnya. Di hari-hari tertentu, hujan turun seperti dituang dari ember. Dalam satu jam jalanan terendam, dan air bisa naik masuk ke kamar semi-basement (banjiha). Ini bukan sekadar ketidaknyamanan hidup, melainkan masalah keselamatan, jadi kamu wajib tahu.

Kami merangkum panduan tindakan warga saat hujan deras dari Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan serta Badan Meteorologi Korea, dengan fokus pada hal yang wajib diketahui orang asing.3

  • Kalau kamu tinggal di semi-basement atau daerah dataran rendah, begitu air mulai naik jangan tunda, langsung mengungsi. Air setinggi lutut saja bisa membuat pintu tidak bisa dibuka. "Kita lihat sebentar lagi" adalah pilihan paling berbahaya.
  • Di tempat yang terendam, jangan sekali-kali menyentuh peralatan listrik atau stopkontak. Menekan sakelar dengan tangan basah pun berbahaya. Ketika air bertemu listrik, bisa berujung pada kecelakaan kesetrum.
  • Saat hujan deras, hindari parkiran bawah tanah, terowongan bawah tanah, dan area dekat sungai. Air naik dalam sekejap. Pergi ke tepi sungai untuk "menonton hujan" itu benar-benar berbahaya.
  • Kalau mobil mulai terendam, tinggalkan mobil dan selamatkan diri lebih dulu. Mobil bisa dibeli lagi, tapi nyawamu tidak.

Prakiraan hujan deras dan informasi pengungsian juga datang lewat pesan darurat bencana di ponsel, dan bisa kamu cek juga di aplikasi 'Emergency Ready' (안전디딤돌) milik Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan.3 Meski bahasa Koreamu masih belum lancar, membiasakan mata dengan kata-kata yang sering muncul di pesan bencana (호우경보 peringatan hujan deras, 대피 mengungsi, 침수 terendam banjir) akan sangat membantu.


5. Masuk Angin karena AC, dan Etika Payung

Bukan cuma hujan deras yang harus diwaspadai. Di musim jangma, ternyata banyak orang menderita naengbangbyeong (냉방병, "masuk angin karena AC").

Di luar lembap dan panas, jadi di dalam ruangan orang menyalakan AC kencang-kencang. Tapi kalau selisih suhunya terlalu besar, tubuh tidak sempat menyesuaikan diri sehingga jadi menggigil kedinginan, pusing, dan pilek. Rasanya seperti flu tapi bukan flu — inilah naengbangbyeong.

  • Jangan terkena embusan angin AC langsung di badan dalam waktu lama. Bagus kalau kamu menyiapkan atasan lengan panjang tipis atau selimut satu.
  • Selisih suhu dalam dan luar dalam kisaran 5~6 derajat itu nyaman. Jangan menyetelnya terlalu dingin.
  • Sering-sering minum air hangat, dan kalau kamu pulang dalam keadaan basah kehujanan, segera ganti baju yang basah.

Payung, dan Budaya 'Kantong Payung'

Di musim jangma, payung jadi bagian dari tubuh. Dan Korea punya satu budaya payung yang sering dianggap unik oleh orang asing saat pertama melihatnya.

Di hari hujan, di pintu masuk supermarket, gedung, atau stasiun kereta bawah tanah, kamu akan menemukan wadah yang penuh berisi kantong plastik panjang. Kamu selipkan payung basah ke kantong itu supaya airnya tidak menetes ke lantai. Ini bentuk kepedulian agar lantai tidak licin dan tidak ada orang yang terpeleset jatuh. Belakangan, banyak tempat juga menyediakan mesin yang cukup mengibaskan airnya.

Terlihat sepele, tapi membawa payung yang menetes langsung masuk ke dalam bisa membuatmu ditatap tak suka. Sebaliknya, kalau kamu memakai kantong ini dengan luwes, orang akan berpikir, "Wah, orang ini paham kehidupan di Korea." Kepedulian kecil seperti ini menumpuk dan membentuk kesan tentang dirimu di Korea.

Bahasa Korea di Tempat Kerja yang Sering Kamu Dengar Saat Jangma

Di musim ini, kalimat-kalimat berikut sering keluar dari mulut rekan kerja. Kalau kamu tahu lebih dulu, jadi lebih mudah menangkapnya.

  • "Bi mani ondae." (Bi mani ondae.) — "Katanya hujannya bakal deras." → Artinya hari ini ada prakiraan hujan deras. Jangan lupa bawa payung.
  • "Usan chaenggyeo." (Usan chaenggyeo.) — "Bawa payung ya." → chaenggida = menyiapkan sesuatu tanpa lupa.
  • "Jangma eonje kkeutnayo?" (Jangma eonje kkeutnayo?) — "Kapan sih jangma berakhir?" Kamu pun sebentar lagi akan mengucapkan kalimat ini. Semua orang hidup dengan kalimat ini di ujung bibir. 😌

Penutup

Jangma pertama terasa asing bagi siapa pun, dan jujur saja, sedikit bikin murung. Cucian tidak kering, jamur tumbuh di dinding, langit berhari-hari menggantung berat dan kelabu.

Tapi ingatlah satu hal ini saja. Musim ini pasti berakhir. Ketika tarik-menarik antara dua massa udara itu selesai, front terdorong ke utara, dan sebagai ganti kelembapan datang musim panas yang cerah membara. Orang Korea pun sama-sama menggerutu melewati bulan yang sama ini, setiap tahun. Bukan cuma kamu yang sedang kesusahan.

Jadi dalam perjalanan pulang hari ini, coba beli satu dua penyerap lembap dan beberapa lembar koran untuk sepatumu. Satu persiapan kecil membuat bulan ini jauh lebih bisa ditahan. Semoga kamu melewati jangma pertamamu dengan selamat — dan kering. ☔


Bagikan tulisan ini kepada kenalanmu yang sedang bersiap datang ke Korea.


Footnotes

  1. Perhimpunan Meteorologi Korea dan Badan Meteorologi Korea, definisi dan mekanisme pembentukan jangma (front stasioner). Termasuk pemberitaan terkait revisi definisi jangma tahun 2026 (MBC News, 2026). 2

  2. Badan Meteorologi Korea, nilai normal jangma (tanggal mulai/berakhir serta kelembapan musim jangma). Statistik iklim Badan Meteorologi. 2

  3. Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan serta Badan Meteorologi Korea, panduan tindakan warga saat hujan deras dan informasi aplikasi 'Emergency Ready' (안전디딤돌). 2

SEDA · Aplikasi belajar EPS-TOPIK

Mulai dengan soal pertama hari ini.

Dengan SEDA, kamu bisa mengerjakan soal yang dibuat dari kosakata dan tata bahasa dalam artikel ini.

App StoreGoogle Play